KPU Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku "Menjaga Kewarasan Demokrasi Indonesia"
#TemanPemilih, KPU Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku "Menjaga Kewarasan Demokrasi Indonesia" di Aula Kantor KPU Provinsi Lampung dan diikuti secara daring melalui Zoom Meeting oleh KPU Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan dibuka oleh Ketua KPU Provinsi Lampung, Erwan Bustami, serta dihadiri Anggota KPU Provinsi Lampung Febri Indra Kurniawan, Angga Lazuardy, Hermansyah (daring), Ervhan Jaya (daring), dan Dedi Fernando (daring). Hadir sebagai narasumber Agus Riyanto, penulis buku Menjaga Kewarasan Demokrasi Indonesia, dengan Rifandy Ritonga dari Universitas Bandar Lampung sebagai pembahas. Kegiatan dipandu oleh Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Provinsi Lampung, Febri Indra Kurniawan.
Dalam sambutannya, Erwan Bustami menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan pembahas yang telah berbagi pemikiran dalam forum literasi kepemiluan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan karena dilaksanakan tepat satu tahun menjelang dimulainya tahapan Pemilu 2029. Ia mengingatkan bahwa tantangan demokrasi ke depan akan semakin kompleks, terutama dengan meningkatnya penggunaan media sosial, penyebaran hoaks, dan ujaran kebencian yang berpotensi memengaruhi kualitas demokrasi.
Sementara itu, Febri Indra Kurniawan menjelaskan bahwa kegiatan bedah buku merupakan bagian dari mandat KPU RI untuk memperkuat literasi demokrasi dan kepemiluan di seluruh Indonesia sebagai bekal menghadapi Pemilu 2029. Ia berharap forum diskusi ini mampu memperkaya wawasan penyelenggara pemilu sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman dan refleksi terhadap berbagai dinamika kepemiluan.
Dalam pemaparannya, Agus Riyanto menjelaskan bahwa buku Menjaga Kewarasan Demokrasi Indonesia terbagi dalam lima tema utama, yaitu penguatan demokrasi, partisipasi politik, perlindungan hak pilih, kampanye, serta pemungutan dan penghitungan suara. Ia menyoroti pentingnya mewujudkan daftar pemilih yang akurat dan mutakhir, menjadikan kampanye sebagai ruang pendidikan politik, serta memperkuat mitigasi risiko pada setiap tahapan pemilu agar kualitas penyelenggaraan semakin baik.
Sebagai pembahas, Rifandy Ritonga menekankan bahwa esensi buku tersebut terletak pada makna "kewarasan" dalam berdemokrasi. Menurutnya, tantangan demokrasi Indonesia saat ini bukan semata persoalan regulasi, melainkan bagaimana seluruh elemen bangsa menjaga etika, moral, dan integritas dalam proses demokrasi. Ia juga mengingatkan bahwa ancaman demokrasi ke depan akan berkembang, mulai dari manipulasi informasi berbasis kecerdasan buatan (AI), politik dinasti, hingga krisis etika dalam penyelenggaraan negara.
Melalui kegiatan ini, KPU Provinsi Lampung berharap budaya literasi, refleksi, dan pembelajaran terus tumbuh di kalangan penyelenggara pemilu sehingga mampu memperkuat profesionalisme, menjaga integritas, serta mewujudkan demokrasi yang sehat, berkualitas, dan berorientasi pada kepentingan rakyat menjelang Pemilu 2029.
#KPULampung #KPUMelayani