0721250960

kpudprovlampung@gmail.com

Jalan Gajah Mada No.87 Kedamaian, Kota Bandar Lampung

Hari Kedua Rakor Kehumasan Bahas Strategi Menangkal Hoaks Dalam Pilkada 2020

By Admin

18 Nov 2019

164 Pembaca

Jakarta, lampung.kpu.go.id, Hoaks timbul dari ketidak puasan seseorang dengan sistem yang ada. Hoaks sudah ada sejak dulu akan tetapi tumbuh subur seiring perkembangan media sosial. Melalui media sosial para penggunannya bisa menshare secara bebas dan kemudian menjadi pesan berantai ungkap Anisa Dasuki saat membuka materi strategi komunikasi dalam memerangi hoaks, senin (18/11). Dihari kedua sesi pertama Rapat Koordinasi Kehumasan dan Pengelolaan Informasi publik oleh KPU RI ini diisi oleh Anisa Dasuki seorang News Presenter di salah satu stasiun swasta Nasional.

Dalam penyampaian materi anisa dasuki memaparkan bahwa Hoaks memiliki berbagai tipe seperti menduplikasi situs resmi, membuat domain mirip dengan situs berita resmi dan memunculkan screen capture media conventional dengan penambahan kata bombastis. Berbagai tipe tersebut berkembang melalui pengguna media sosial yang hanya melihat judul bombastis tanpa  membaca isi tanpa meninjau kembali apakah berita itu benar dan langsung men-share.

Menangkal berita Hoaks merupakan kerja berat bagi suatu lembaga. Proses pengendalian hoaks atau untuk memadamkannya dapat melalui narasi yang berisi informasi sesuai dengan fakta sebenarnya yang digali dari berbagai sumber. Proses penyebarannya melalui berbagai media yang ada, knferensi pers, termasuk media sosial dengan menampilkan infografis yang menarik.

"Saat konferensi pers perhatikan kata pertama yang akan disampaikan. Pesan yang disampaikan harus singkat padat dan jelas, jangan sampai menimbulkan salah persepsi karena kalimat menggantung. Mengapa ini penting, karena media hanya akan menampilkan pernyataan dengan waktu tidak lebih dari 30 detik"ungkapnya.

Lebih lanjut beliau menjelaskan jangan sampai menghindar dari wartawan ketika hoaks berlangsung, harus segera memberikan klarifikasi. (Arn/tkms)