KPU Provinsi Lampung mengikuti Webinar KPU Series KPU ke-8 dengan tema Cybertroops ala KPU: Pemanfaatan Big Data Analytics untuk Perbaikan Demokrasi di Indonesia
#TemanPemilih,
KPU Provinsi Lampung mengikuti Webinar KPU Series KPU ke-8 dengan tema “Cybertroops ala KPU: Pemanfaatan Big Data Analytics untuk Perbaikan Demokrasi di Indonesia”, Jumat (5/12/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota KPU Provinsi Lampung Ervhan Jaya, Kabag Perencanaan, Data dan Informasi, A. Ingga Arasyi, Kasubbag Data dan Informasi, Ressy Silvia Dewi, dan staf secara daring di ruang kerja masing-masing. Webinar dimoderatori oleh Fadzil Rahmat, dilanjutkan Laporan Kepala Pusdatin, Mashur Sampurna Jaya, serta sambutan Ketua Divisi Data dan Informasi KPU RI, Betty Epsilon Idroos.
Dalam laporannya, Kepala Pusdatin menyampaikan bahwa tema ini diangkat untuk Memberikan pemahaman mengenai penggunaan Big Data Analytics dalam pengawasan informasi terkait Pemilu, Menjelaskan cara KPU memetakan isu dan sentimen publik di ruang digital, Mendorong penggunaan teknologi yang aktif, akuntabel dan berbasis data dalam proses demokrasi dan Memperkuat literasi digital serta kemampuan membaca dinamika opini publik dan potensi disinformasi.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Divisi Data dan Informasi Betty Epsilon Idroos menjelaskan bahwa “Cyber Troops ala KPU” memiliki konsep yang berbeda yaitu dengan memanfaatkan analisis big data untuk menyampaikan informasi kepada publik dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Ia menekankan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat dan transparan kepada publik menggunakan pendekatan berbasis data.
Webinar menghadirkan dua narasumber utama dari Universitas Diponegoro.
Wijayanto, Wakil Rektor IV UNDIP, memaparkan mengenai struktur, pola kerja, dan dampak negatif cyber troops berbayar di ruang digital. Ia memaparkan ciri-ciri operasi pengaruh, struktur organisasi seperti koordinator, buzzer, content creator, hingga influencer, serta tarif yang digunakan dalam operasi manipulatif tersebut. Ia menegaskan bahwa praktik ini dapat membahayakan demokrasi, memperkuat oligarki, menekan kebebasan berekspresi, serta memicu polarisasi sosial.
Narasumber kedua, Bangkit Iriawan, menjelaskan konsep big data dan bagaimana kecepatan, keberagaman, serta volume data besar dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi tren percakapan publik, menganalisis sentimen, dan memetakan isu strategis yang berkembang. Ia menegaskan pentingnya strategi komunikasi berbasis data dengan mengedepankan kepercayaan, transparansi, empati, dan kepemimpinan. Menurutnya, KPU dapat menggunakan big data sebagai fondasi komunikasi publik yang akurat, responsif, dan tidak manipulatif.
Webinar berlangsung interaktif dan memberikan wawasan strategis tentang bagaimana KPU dapat memperkuat komunikasi publik dan membangun demokrasi digital yang sehat melalui pendekatan yang modern dan berbasis data.
#KPULampung
#KPUMelayani